Diusir Suami dan Mertua Karna Tak Kunjung Hamil, 3 Tahun Kemudian Mereka Melihatku Bahagia Karna Ini!

Diposting pada
Loading...

Aku pun memulai pekerjaanku sebagai seorang sales. Aku bertemu dengan seorang client. Pria ini sangat dewasa, mapan, dan dia pun dari keluarga yang berada.

Loading...

 

Seiring dengan bertambah frekuensinya kita bertemu, kami pun jatuh cinta. Tanpa banyak gombal – gombalan seperti mantan suamiku, dia lebih melakukannya dan aku melihat keseriusannya. Orangtuanya pun tidak mau mencampuri urusan aku dengannya. Kata mereka,”Kalian orang dewasa, kami juga. Biarlah urusan kalian diurusin oleh kalian. Rumah milik kalian, rumah kami, biarlah kami yang mengurusi, biar tidak ada cekcok yang tidak diinginkan.” Karna kalimat itulah, aku bersedia menikah denganya dan kami bahagia! Aku pun hamil dan melahirkan anak cowok yang lucu dan gemesin, oh betapa sempurnanya hidupku sekarang!

Hari Minggu kami sekeluarga keluar jalan – jalan bareng. Awalnya kami sangat senang, bergandengan tangan, pakai baju seragam, aku rasa setiap keluarga kecil yang lihat kami bisa iri karna kebahagiaan kami ini. Tiba – tiba, aku melihat 2 wajah yang terpana melihat kami dan wajah itu sangat tidak asing bagiku, YA! MEREKA ADALAH MANTAN SUAMI DAN MANTAN MERTUAKU!

Suamiku bertanya apakah aku kenal dengan mereka? Aku hanya angguk iya tanpa banyak kata dan dia pun pamitan bawa anakku ke kedai kopi di seberang jalan untuk menunggu kami.

Mantan suamiku melihatku dengan mata yang iri, seakan tidak percaya dengan keberadaanku sekarang. Tanpa dia berkata – kata pun, aku tahu dia menyesali hal itu. Begitu juga dengan mantan ibu mertuaku, yang tampak marah, dan kesal, kenapa aku malah lebih bahagia. Dari penampilan mereka, terlihat kalau mantan suamiku masih belum menemukan wanita penggantiku, dan wajar, dengan dirinya yang Mommy Boy seperti itu. Dengan sikap hormat dan menghargai, aku berkata

“Saudara, ibu, aku ada hari ini, aku mau berterimakasih atas [PEMBUANGAN] yang kalian lakukan”

Setelah itu aku pergi, menuju ke kebahagiaanku yang sebenarnya, yang menantiku, yang menghargaiku, yang mencintaiku, apa adanya…

Sumber : Cerpen.co.id

Loading...
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *